PENGERTIAN
DAN CIRI-CIRI TUNANETRA
Secara
etimologi kata tunanetra berasal dari tuna yang berarti rusak,netra berarti
mata atau penglihatan. Jadi secara umum tunanetra berarti rusak penglihatan. Tunanetra
adalah gangguan daya penglihatan, berupa kebutaan menyeluruh atau sebagian, dan
walaupun telah diberi pertolongan dengan alat-alat bantu khusus, mereka masih
tetap memerlukan pendidikan khusus.. Ada anak buta yang sama sekali tidak ada
penglihatan,anak semacam ini biasanya disebut buta total. Di samping buta
total,masih ada juga anak yang mempunyai sisa penglihatan tetapi tidak dapat
dipergunakan untuk membaca dan menulis huruf biasa. Istilah buta ini mencakup
pengertian yang sama dengan istilah tunanetra atau istilah asingnya blind.
Untuk memberikan pengertian yang tepat tentang buta itu, perlu dirumuskan
pengertian sebagai berikut: Menurut Slamet Riadi adalah “Seseorang dikatakan
buta jika ia tidak dapat mempergunakan penglihatannya untuk pendidikan “(Slamet
Riadi , 1984, hal. 23). Menurut Pertuni tunanetra adalah
mereka yang tidak memiliki penglihatan sama sekali (buta total) hingga mereka
yang masih memiliki sisah penglihatan, tetapi tidak mampu menggunakan
penglihatanya untuk membaca tulisan biasa berukuran 12 point dalam keadaan
cahaya normal meski pun dibantu dengan kacamata (kurang awas).
Pertuni (persatuan tunanetra indonesia) yang berkedudukan di jakarta. Sala satu wadah institusi ormas, yang mengakfokasi hak- hak tunanetra dalam kehidupan dan penghidupan dalam masyarakat. Baik dari segi hukum, HAM (hak asasi manusia) dan pendidikan.
Definisi masih bersifat umum dan pengertiannya pun terlalu luas, meskipun telah diarahkan untuk keperluan pendidikan. Untuk itu kami memberikan pengertian secara khusus, bahwa orang yang kehilangan penglihatan sedemikian rupa, sehingga seseorang itu sukar atau tidak mungkin dapat mengikuti pendidikan dengan metode yang biasanya dipergunakan disekolah biasa. Sebenarnya anak buta dalam pendidikan tidak saja mempergunakan metode khusus, melainkan juga alat-alat bantu khusus, yang digunakan untuk membaca dan menulis diantaranya adalah : huruf braille, riglet dan pen.
Pertuni (persatuan tunanetra indonesia) yang berkedudukan di jakarta. Sala satu wadah institusi ormas, yang mengakfokasi hak- hak tunanetra dalam kehidupan dan penghidupan dalam masyarakat. Baik dari segi hukum, HAM (hak asasi manusia) dan pendidikan.
Definisi masih bersifat umum dan pengertiannya pun terlalu luas, meskipun telah diarahkan untuk keperluan pendidikan. Untuk itu kami memberikan pengertian secara khusus, bahwa orang yang kehilangan penglihatan sedemikian rupa, sehingga seseorang itu sukar atau tidak mungkin dapat mengikuti pendidikan dengan metode yang biasanya dipergunakan disekolah biasa. Sebenarnya anak buta dalam pendidikan tidak saja mempergunakan metode khusus, melainkan juga alat-alat bantu khusus, yang digunakan untuk membaca dan menulis diantaranya adalah : huruf braille, riglet dan pen.
Tunanetra
dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:
- Buta
Total, yaitu keadaan dimana dua matanya tidak berfungsi yang disebabkan
pada kerusakan pada kornea mata atau pada putusnya syaraf mata
- Buta
Sebagian, yaitu keadaan dimana satu mata dari seseorang tidak berfungsi
dengan baik dikarenakan kerusakan kornea mata atau terputusnya saraf mata
dari orang tersebut.
- Low
Vision, yaitu suatu keadaan yang terjadi pada penglihatan seseorang,
dimana orang tersebut tidak dapat melihat wujud asli dari suatu benda
melainkan hanya berupa bayangan yang kabur dan itupun apabila disekitar
benda tersebut terdapat banyak cahaya. Low Vision yang semakin parah akan
menyebabkan kebutaan total.
Ciri-ciri fisik
anak tunanetra
o
Tidak mampu melihat
o
Tidak mampu mengenali orang pada
jarak 6 meter
o
Kerusakan nyata pada kedua bola mata
o
Sering meraba-raba/tersandung waktu
berjalan
o
Mengalami kesulitan saat mengambil
benda kecil disekitarnya
o
Bagian bola mata yang hitam berwarna
keruh/bersisik/kering
o
Peradangan hebat pada kedua bola
mata
o
Mata bergoyang terus
Gejala-gejala
yang dapat diamati dari segi fisik
- Mata
juling
- Sering
berkedip
- Menyipitkan
mata
- (kelopak)
mata merah
- Mata
infeksi
- Gerakan
mata tak beraturan dan cepat
- Mata
selalu berair (mengeluarkan air mata)
- Pembengkakan
pada kulit tempat tumbuh bulu mata.
MENTAL PARA TUNANETRA
Secara psikis anak tunanetra dapat dijelaskan sebagai
berikut :
Intelektual atau kecerdasan anak tunanetra umumnya tidak
berbeda jauh dengan anak normal/awas. Kecenderungan IQ anak tunanetra ada pada
batas atas sampai batas bawah, jadi ada anak yang sangat pintar, cukup pintar
dan ada yang kurang pintar. Intelegensi mereka lengkap yakni memiliki kemampuan
dedikasi, analogi, asosiasi dan sebagainya. Mereka juga punya emosi negatif dan
positif, seperti sedih, gembira, punya rasa benci, kecewa, gelisah, bahagia dan
sebagainya.




0 komentar:
Post a Comment