Perkembangan motorik anak tunanetra cendrung lambat dibandingkan dengan anak awas
pada umumnya. Keterlambatan ini terjadi karna dalam perkembangan perilaku
motorik diperlukan adanya koordinasi fungsional antara neuromuscular system
(system persyarafan dan otot) dan fungsi psikis (kognitif, afektif, dan
konatif), serta kesempatan yang diberikan oleh lingkungan.
Pada anak tunanerta mungkin fungsi neuromuscular system tidak
bermasalah tetapi fungsi psikisnya kurang mendukung serta menjadi hambatan
tersendiri dalam perkembangan motoriknya. Secara fisik, mungkin anak mampu
mencapai kematangan sama dengan anak awas pada umumnya, tetapi karna fungsi
psikisnya (seperti pemahaman terhadap realitas lingkungan, kemungkinan
mengetahui adanya bahaya dan cara menghadapi, keterampilan gerak yang serba
terbatas, serta kurangnya keberanian dalam melakukan sesuatu) mengakibatkan
kematangan fisiknya kurang dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam melakukan
aktivitas motorik. Hambatan dalam fungsi psikis ini secara langsung atau tidak
langsung terutama berpangkal dari ketidakmampuannya dalam melihat.




0 komentar:
Post a Comment