RSS

Arti Kehidupan

Kali ini adalah sebuah cerita yang bukan hanya sekedar cerita biasa tapi sebuah cerita yang mengandung arti sebuah nilai kehidupan, dan bagaimana kita memaknai kehidupan ini.
Untuk itu baca ajalah cerita berikut inii........^_^
Alkisah, ada seorang pemuda yang hidup sebatang kara. Pendidikannya rendah, hidup dari bekerja sebagai buruh tani di lahan tanah orang kaya raya di desanya. Walaupun hidupnya sederhana, tetapi sesungguhnya dia bisa melewatikesehariannya dengan baik.
Pada suatu ketika, si pemuda merasa jenuh dengan kehidupannya.Dia tidak mengerti, untuk apa sebenarnya hidup di dunia ini. Setiap hari bekerja di ladang  demi sesuap nasi untuk mempertahankn hidupnya. Hanya sekedar melewati hari untuk menungggu kapan akan mati. Pemuda itu meras hampa, putus asa, dan tidak memiliki arti. Pemuda itu berkata dalam hati “Daripada tidak tahu hidupuntuk apa dan hanya menunggu mati, lebih baik aku mengakhiri saja kehidupan ini,”.Lalu disiapkannya seutas tali dan dia berniat menggantungkan diri di sebatang pohon.
Pohon yang dituju pada saat melihat pemuda itu tiba-tiba menyela lembut. “Anak muda yang tampan dan baik hati, tolong jangan menggantung diri di dahankuyang telah berumur ini. Sayang, apabila dia patah padahal setiap pagi ada banyak burungyang hinggap disitudan berkicau-kicau menghibur siapa saja yang berada di sekitar sini.
Dengan bersungut-sungut si pemuda itu melanjutkan untuk memilih pohon yang lainnya. Saat bersiap-siap, kembali terdengar suara lirih si pohon “Hai anak muda, Kamu lihat di atas sini, ada sarang lebah yang sedang dikerjakan oleh begitu banyak lebah dengan tekun dan rajin. Jika kamu mau bunuh diri, silahkan pindah ke tempat lain”. Kasihanilah lebah dan manusia yang telah bekerja keras tetapi tidak dapat menikmati hasilnya.
Akhirnya si pemuda berjalan mencari pohon yang lain. Lalu kata yang didengar pun tidak jauh berbeda,”Anak muda, karena rindangnya daunku, begitu banyak dimanfaatkan oleh manusia dan hewan untuk sekedar beristirahat atau berteduh maka tolong jangan mati di sini.”
Setelah mendengar perkataan pohon yang ketiga, si pemuda termenung dan berpikir, “Bahkan sebatang pohonpun begitu menghargai kehidupan ini. Mereka menyayangi dirinya sendiri agar tidak patah, tidak terusik, dan tetap rindang untuk bisa melindungi alam dan bermanfaat bagi makhluk lain”. Segera timbul kesadaran dalam benaknya. “Aku manusia, masih muda, kuat, dan sehat. Tidak pantas aku melenyapkan kehidupanku sendiri. Mulai sekarang, aku harus punya cita-cita dan akan bekerja dengan baik untuk bisa pula bermanfaat bagi makhluk lain. Si pemuda pun pulang kerumahnyadengan penuh semangat dan perasaan lega.
Kalau kita mengisi kehidupan ini dengan menggerutu, mengeluh, dan pesimis, tentu kita menjalani hidup ini dengan terasa terbeban dan saat tidak mampu lagi menahan akan memungkinkan kita mengambil jalan pintas yaitu bunuh diri. Sebaliknya, kalau kita mampu menyadari sebenarnya kehidupan ini begitu indah dan menggairahkan, tentu kita akan menghargai kehidupan ini. Kita akan mengisi kehidupan kita, setiap hari penuh dengan optimism, penuh harapan dan cita-cita yang diperjuangkan, serta mampu bergaul dengan manusia-manusia lainnya.
Naahhh, pesan yang dapat diambil dari cerita ini adalah bahwa kita harus menghargai kehidupan ini, kita akan menyadari bahwa kehidupan ini indah jika kita mampu menghargainya. Kita hidup di dunia ini hanyalah sekali untuk itu gunakan waktu ini sebaik mungkin untuk melakukan kebaikan.

1 komentar:

Unknown said...

ws knek no

Post a Comment